Kamis, 20 Juni 2013

-* Orang yang Berbuka Puasa Secara Sengaja *-

-* Orang yang Berbuka Puasa Secara Sengaja *-

Peringatan bagi kita, karena sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan.

Berbuka puasa secara sengaja pada bulan Ramadhan tanpa alasan yang syar’i adalah perbuatan dosa besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ketika aku sedang tidur, tiba-tiba datang kepadaku dua orang yang kemudian
memegang bagian bawah ketiakku dan membawaku ke sebuah gunung yang terjal.

Keduanya berkata,
‘Naiklah.

’Aku menjawab, ‘Aku tidak mampu.’

Akhirnya aku naik juga, tatkala aku sampai pada
pertengahan gunung, aku mendengar suara yang sangat mengerikan, aku
bertanya, ‘Suara apa ini?’

Keduanya berkata, ‘Itu teriakan penduduk neraka.’

Kemudian aku dibawa lagi, dan aku melihat sekelompok orang yang kaki-kaki mereka digantung, tulang rahang mereka
pecah, darah mengalir dari tulang rahang mereka (yaitu kaki mereka dibantung di atas dan kepada di bawah, seperti ketika tukang jagal menggantung sembelihannya).

Aku betanya, ‘Siapakah mereka itu?

Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa
sebelum waktunya.” (HR. an-Nasa’i dalam al-Kubra, 2/246; Ibnu Hibban, 16/536; Ibnu Khuzaimah, 3/137; al-Hakim , 1/430.
Lihat Shahih at-Targhib , 1/492)

Hadits ini adalah dalil yang sangat jelas akan besarnya dosa orang yang berbuka
puasa Ramadhan secara sengaja tanpa udzur. Bahkan, hadits ini menunjukkan berbuka puasa tanpa udzur termasuk dosa besar.

Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata,
“Dosa besar yang kesepuluh adalah berbuka puasa pada bulan Ramadhan tanpa ada udzur dan alasan.” ( Al-Kaba’ir ,
hal. 157, tahqiq Masyhur Hasan Salman).

Perhatian! Hadits yang berbunyi

ﻣَﻦْ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻋُﺬُﺭٍ ﻭَﻻَ ﻣَﺮَﺽٍ ﻟَﻢْﻳَﻘْﻀِﻪِ ﺻَﻮْﻡُ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮِ ﻭَﺇِﻥْ ﺻَﺎﻣَﻪُ

Artinya :
“Barangsiapa tidak berpuasa di bulan
Ramadhan tanpa ada udzur atau sakit, maka dia tak dapat ditebus dengan puasa
setahun sekalipun dia berpuasa.”

Adalah hadits yang lemah menurut timbangan ahli hadits (Fathul Bari , 4/161.
Koreksi Hadits-hadits Dha’if Populer, Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi, hal 111)

╩SumbeR╩

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar